Kamis, 11 Agustus 2011

pendidikan jasmaniku

Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak.
 
 Sekarang, ayo kita perhatikan. Pendidikan jasmani merupakan suatu proses. Proses apa? Guru penjas-ku, Mr. Sugeng, pernah mengatakan bahwa, 

"kita hidup di dunia ini harus melalui proses. Proses apa? proses hidup. Coba deh kamu lari, 200 meter aja. Apa yang kamu rasakan? Lelah? Capek? Ngos-ngosan? Ya kayak gitu. Hidup juga seperti itu. Lelah,capek, ngos-ngosan dan yang lainnya. Kita tuh nggak ada apa-apanya sama Tuhan. Makanya, gak boleh sombong kalau memang kamu 'lari seperti itu saja gak bisa'. Kalau jalan 'nunduk', mencoba sabar, tetap semangat, itu perlu. Jadi penjas itu yang dipelajari ya itu. Ada hikmahnya juga kan?"

Ternyata ada hikmah di dalam penjas, ya? Beliau juga pernah bilang, "salah satu kegiatan dalam penjas juga adalah berimajinasi." Hmmm... Bener juga ya. Berimajinasi, berpetualang dalam pikiran sadar. Menjemput cita-cita dan yang terpenting tahu diri. 

Menurutmu?

Selasa, 19 April 2011

Komunikasi

Hai kawan, jumpa lagi dengan saya. Hhhmmmm. menurut beberapa orang, terutama orang yang lebih tua dan berpengalaman, komunikasi itu penting.

Komunikasi penting bagi:
- Orang tua kepada anak
- Atasan kepada pekerja
- Guru kepada anak didik
- Pemlik kepada peminjam
dan lain-lain yang dapat diputar balikkan, dengan cara yang hampir sama.

Komunikasi bertujuan untuk:
- Menerangkan
- Menjelaskan
dan yang lainnya.

Sudah punya contohnya? Gini saja, misal ada seorang anak yang ingin bermain bola ditengah hujan. Namun Ibu tidak membolehkannya karena takut jikalau besok anaknya sakit. Bagaimana cara Ibu agar si anak tau maksud Ibu? Apa ibu akan berdo'a sekuat tenaga? Akan memamnggilnya? Memarahinya? Atau bagaimana?

Cobalah berkomunikasi. Panggil ia dan berkomunikasilah. Terangkan dan jelaskan kepadanya. Tidak marah dan tetap berdoa, ya, agar anak mengerti apa yang ibu katakan.

Begitulah kira-kira. Benarkah?